Manggar, Diskominfo SP Beltim – Program Kampung Andalan Mandiri Pusat Inovasi Terpadu (KAMPIT) resmi menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional yang akan terintegrasi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025.
Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Mathur Noviansyah usai Rapat Lanjutan Pembahasan Data dan Informasi Kawasan Perdesaan (KAMPIT) di Ruang Rapat Gunung Lumut Kantor Bappelitbagda Kabupaten Beltim, Kamis (21/11/24).
Menurut Mathur, KAMPIT melibatkan pengintegrasian Rencana Pengembangan Kawasan Pedesaan (RPKP) ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan Renstra OPD. program ini dirancang untuk mengembangkan potensi enam desa di Kecamatan Kelapa Kampit melalui berbagai sektor unggulan.
“Ini bukan sekadar program kabupaten, tapi sudah masuk ke skala nasional. Enam desa di Kelapa Kampit memiliki potensi unik yang akan dikembangkan, mulai dari agro, kelautan, budaya, wisata, hingga perdagangan dan jasa,” jelas Mathur.
Dikatakan mathur, dukungan juga datang dari UNESCO Global Geopark Belitong yang memiliki tiga geosite internasional di wilayah tersebut yakni Open Pit Namsalu, Batu Pulas dan Hutan Kerangas di Desa Buding.
“Salah satu ikon budaya lokal, tari Sepen Buding juga telah berkembang menjadi senam yang kini diakui oleh Kemenkumham melalui sertifikasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Kesesuaian ini mendukung konsep pengembangan kawasan pedesaan prioritas nasional,” tambah Mathur.
Sementara itu Kepala Bappelitbangda, Ilfan Suryawan, mengungkapkan bahwa tujuan utama KAMPIT adalah menciptakan paket wisata terpadu yang memanfaatkan potensi geosite, seperti Savana Jerumbang yang juga berada di Kelapa Kampit.
“Dengan luas 445 hektar, kawasan ini memiliki keunikan flora dan fauna lokal serta nilai riset tinggi melalui cadangan Sungai Purba. Desa-desa sekitar juga akan diberdayakan melalui Bumdes yang terintegrasi.” ujar Ilfan.
Dikatakan Ilfan, program ini juga menyoroti hilirisasi budidaya kayu putih. Dengan dukungan Kementerian dan lembaga pusat, pabrik pengolahan minyak kayu putih akan dibangun untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
“Kayu putih di Beltim dinilai memiliki kualitas lebih baik dibandingkan kawasan timur Indonesia. Ini membuktikan bahwa integrasi potensi enam desa menjadi satu produk unggulan adalah inovasi baru di Indonesia,” tambah Ilfan.
Dilanjutkan Ilfan, program KAMPIT diharapkan menjadi proyek percontohan nasional yang tidak hanya mengatasi masalah kemiskinan dan stunting, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan grand desain ini, KAMPIT akan menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat bisa menghasilkan program yang berdampak nyata,” tutup Ilfan. (Ln)















