RaBel, TOBOALI-Dugaan kasus pencabulan yang terjadi di salah satu lembaga pendidikan keagamaan di Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, mendapat perhatian serius dari Bupati Bangka Selatan, H. Riza Herdavid, ST., M.Tr.IP. Kejadian yang terjadi pada Jumat (23/05) tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Menanggapi hal itu, Bupati Riza langsung mengambil tindakan cepat dengan menginstruksikan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bersama Dinas Pendidikan untuk turun langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) yang menangani kasus ini.
“Saya sudah memerintahkan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk turun ke lokasi dan berkomunikasi dengan pihak APH. Anak yang diduga menjadi korban harus didampingi secara menyeluruh sampai seluruh proses selesai. Dinas Pendidikan juga harus memastikan bahwa hak-hak pendidikan anak tetap terpenuhi,” tegas Bupati Riza.
Ia juga menginstruksikan agar pengawasan lingkungan pendidikan ditingkatkan. Menurutnya, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas, tetapi juga pihak kecamatan dan desa.
“Saya minta dinas terkait, kecamatan, dan desa untuk lebih aktif melakukan pengawasan lingkungan, terutama lingkungan tempat tumbuh kembang anak. Kejadian seperti ini harus dicegah sejak dini,” tambahnya.
Bupati Riza menyatakan keprihatinan dan mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh pelaku. Ia juga menekankan bahwa peristiwa ini adalah kasus individual dan tidak mencerminkan seluruh lembaga pendidikan keagamaan di Bangka Selatan.
“Kita mengecam tindakan pelaku. Ini bisa memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan. Tapi saya yakin kejadian ini bersifat kasuistik. Lembaga pendidikan keagamaan lainnya tetap memiliki keunggulan dan komitmen dalam membentuk karakter anak,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dan bijak dalam memilih tempat pendidikan untuk anak.
“Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Masyarakat harus lebih hati-hati dalam memilih lembaga pendidikan, pastikan lingkungan dan sistem pengawasan terhadap anak berjalan baik,” pungkasnya.
Hingga saat ini, proses hukum masih berlangsung. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan akan terus mendampingi korban serta mendorong penegakan hukum secara adil dan transparan. (Ari)















