PANGKALANBARU – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, meresmikan secara langsung Jembatan Sungai Kelintang yang berada di Jalan Gang Sempit, Kecamatan Pangkalanbaru, Jumat (12/12/2025). Peresmian ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Bakti PU ke-80. Jembatan Sungai Kelintang menjadi akses vital penghubung Desa Padang Baru dan Desa Benteng.
Algafry menjelaskan bahwa Jembatan Sungai Kelintang pernah berada dalam kondisi roboh beberapa tahun sebelumnya, hingga memutus arus lalu lintas kendaraan masyarakat dan menganggu aktivitas masyarakat, terutama kegiatan ekonomi dan pelayanan publik.
“Kerusakan jembatan diakibatkan penurunan pondasi pada bagian bawah, sehingga abutmen tidak lagi mampu menahan beban jembatan. Pemkab Bangka Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUTRP) telah melakukan identifikasi dan perencanaan perbaikan sejak kerusakan ditemukan,” tutur Algafry.
Bupati menegaskan pentingnya keberadaan jembatan baru ini bagi kelancaran mobilitas warga.
“Pembangunan kembali jembatan ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas masyarakat, meningkatkan efisiensi waktu, dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Bupati.
Ia juga berpesan agar masyarakat turut menjaga keberlangsungan jembatan tersebut.
“Kami berharap masyarakat bisa menjaga jembatan ini. Jangan melakukan kegiatan yang dapat merusak kondisi jembatan, termasuk aktivitas penambangan di sekitar sungai, karena akan merusak struktur tanah di sekitar sungai ini. Mari sama-sama menjaga agar jembatan ini bisa berfungsi lama,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala DPUTRP Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, menjelaskan kondisi Jembatan Sungai Kelintang sebelum dibangun jembatan baru.
“Sebelumnya, Jembatan Sungai Kelintang menggunakan beton bertulang dengan abutmen pasangan batu. Namun, terjadi keruntuhan karena menurunnya muka air tanah yang tergerus terus-menerus sehingga abutmennya roboh. Adapun pada kontruksi baru Jembatan Sungai Kelintang saat ini, menggunakan beton bertulang dengan pondasi sumuran untuk memastikan kekuatan struktur,” ucap Fani.
Fani juga menyampaikan bahwa pembangunan ulang jembatan ini menggunakan APBD Kabupaten Bangka Tengah Tahun Anggaran 2025 melalui alokasi Biaya Tak Terduga (BTT).
“Nilai kontrak sebesar Rp2.321.014.244. Pekerjaan dimulai pada 21 Juli 2025 dan berakhir pada 17 Desember 2025, dan alhamdulillah seluruh proses berjalan sesuai target waktu,” ungkapnya.
Fani berharap adanya Jembatan Sungai Kelintang dengan kondisi yang jauh lebih baik dan layak saat ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, terutama dalam akses logistik perdagangan dan jasa.
Selanjutnya, Bupati Bangka Tengah melakukan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti sebagai simbol diresmikannya Jembatan Sungai Kelintang. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemberian 50 paket sembako kepada warga Desa Padang Baru dan Desa Benteng.
Salah seorang warga Desa Benteng, Ayan (61), mengungkapkan rasa syukur atas kepedulian pemerintah.
“Senang sekali jembatan sudah bagus. Sebelumnya jembatan kayu, kami takut mau lewat. Terima kasih banyak bantuan dari pemerintah, juga bantuan sembako ini. Kami sangat bersyukur banyak dapat bantuan,” ujar Ayan.
Turut hadir dalam kegiatan ini, yakni Ketua DPRD Bangka Tengah, Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, Panitera Pengadilan Negeri Koba, Kepala BPN Bangka Tengah, Camat Pangkalan Baru, Kades Benteng, Kades Padang Baru, dan Perwakilan BWS Bangka Belitung.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
Penulis: Deanty N.
Editor: Asti Pradiajayanti
Fotografer: Prayogi J.















