Warga Bukit Besar Berterima Kasih Dapat Tanaman Cabai Gratis dari Pemprov Babel

banner 120x600


PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) kembali melaksanakan program pembagian bibit cabai kepada masyarakat melalui Gerakan Nanem Cabai Rakyat (Gencar).

Usai diluncurkan Jumat (16/1/2026), sekaligus pembagian perdana di Kelurahan Air Itam, Kota Pangkalpinang, pada Minggu (18/1/2026) sore, program tersebut lanjut menyasar warga Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Girimaya, Pangkalpinang.

Program Gencar merupakan upaya Pemprov Babel menekan inflasi komoditas cabai sekaligus memperkuat ketahanan pangan, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Bantuan tanaman cabai gratis tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Babel, Hidayat Arsani bersama Ketua TP PKK Babel, Noni Hidayat didampingi Pj Sekda Babel, Fery Afriyanto, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Babel, Sri Hidayati Fery Afrianto, Sekda Kota Pangkalpinang, Mie Go, para Kepala OPD di lingkup Pemprov Babel dan Pemkot Pangkalpinang, Camat Girimaya

Salah satu warga Kelurahan Bukit Besar, Azizah, mengaku senang dan berterima kasih karena telah mendapatkan bantuan bibit cabai dari Pemprov Babel.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur. Mudah-mudahan program ini (tanaman cabai gratis, red) berhasil dan bisa membantu ekonomi keluarga, terutama kebutuhan bumbu dapur,” ujarnya.

Azizah berharap, hasil panen cabai nantinya tidak hanya untuk konsumsi sendiri, tetapi juga dapat dijual ke pasar atau ke dapur MBG, sebagai bentuk dukungan terhadap program gagasan Presiden Prabowo Subianto.

Lurah Bukit Besar, Yurdani, mengungkapkan bahwa kelurahannya menerima 2.500 bibit cabai dari program Gencar.

“Di Kecamatan Girimaya ada lima kelurahan. Dapatnya total 10.000 bibit. Khusus Kelurahan Bukit Besar, kami menerima 2.500 bibit untuk 250 kepala keluarga,” terang Yurdani.

Dalam kesempatan itu, Yurdani menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Babel dan Ketua TP-PKK Babel atas pelaksanaan program Gencar. “Semoga program Gencar ini bermanfaat bagi masyarakat kami,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Hidayat mengatakan pada tahun 2026 program Gencar akan membagikan 15.000 bibit cabai.

“Tahun 2026 ini kita uji coba 15.000 bibit. Setiap kepala keluarga mendapatkan 10 bibit. Jangan dilihat dari jumlahnya, tapi lihat potensi hasil dari 10 bibit itu,” ujar Hidayat.

Gubernur menjelaskan, harga cabai yang fluktuatif menjadi salah satu alasan utama program tersebut dijalankan.

“Harga cabai bisa tiba-tiba Rp100 ribu per kilogram, kadang lebih. Saat ini saja masih sekitar Rp50 ribu per kilo,” katanya.

Menurut Gubernur Hidayat, jika dirawat dengan baik, 10 bibit cabai yang dibagikan dapat menghasilkan hingga 8–10 kilogram per bulan.

“Satu bibit bisa menghasilkan sekitar 2 ons per minggu. Artinya, 10 bibit bisa menghasilkan 2 kilogram per minggu. Sebagian untuk konsumsi rumah tangga, sisanya bisa dijual ke pasar atau ke dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG),” jelasnya.

Gubernur Hidayat melanjutkan, bibit cabai yang dibagikan berusia 55 hari, dengan masa produktif antara satu hingga dua tahun.

“Bibit ini langsung ditanam setelah diterima. Tiga bulan lagi akan kami cek. Kami ingin melihat hasil tangan dingin warga Kelurahan Bukit Besar,” tegasnya.

Gubernur juga meminta masyarakat segera melapor jika bibit cabai mati melalui call center cabai di nomor 0821-7699-9876. “Jika panennya bagus, akan kita undi, akan kita kasih bonus. Bonusnya rahasia,” ujarnya.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *