KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) melalui Dinas Perikanan, terus berkomitmen memajukan sektor perikanan daerah. Pada Selasa sore (20/01/2026), Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, melakukan kunjungan kerja ke Instalasi Perikanan Budidaya Air Payau di Desa Guntung untuk melakukan penebaran ribuan benur udang vaname sekaligus meninjau riset inovatif budidaya kepiting bakau.
Secara simbolis bantuan CSR dari PT Central Proteina Prima Tbk (CP Prima) diserahkan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Bangka Tengah, sebanyak 25.200 ekor benur udang vaname PL 9-10 yang ditebarkan di kolam instalasi tersebut.
Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, memberikan apresiasi tinggi kepada CP Prima yang berbasis di Lubuk Besar atas kontribusi nyatanya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada CP Prima. Perusahaan ini adalah tulang punggung pembenihan udang vaname di Bangka Belitung. Di tengah keterbatasan anggaran Pemda, bantuan ini sangat berarti agar aset instalasi kita tetap produktif. Kita harapkan dalam tiga bulan ke depan, hasilnya sudah bisa dinikmati,” ujar Efrianda di lokasi acara.
Senada dengan hal tersebut, Gus Embang perwakilan dari CP Prima menyatakan kesiapan perusahaan untuk terus mendukung kemajuan masyarakat melalui jalur resmi Pemerintah Daerah.
“Selama ada permintaan dan progres yang jelas, kami siap mendukung sepenuhnya melalui Dinas Perikanan. Ini adalah bentuk sinergi kami dengan Pemda yang selama ini telah mendukung pertumbuhan perusahaan kami,” ungkapnya.
Selain udang, perhatian tertuju pada proyek ambisius budidaya kepiting bakau yang bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Wabup Bateng Efrianda meninjau langsung sistem “Apartemen Kepiting” yang dikembangkan untuk mengatasi kelangkaan stok kepiting di alam.
Efrianda menyoroti, bahwa selama 80 tahun Indonesia merdeka, budidaya kepiting bakau dari hulu ke hilir masih menjadi tantangan besar. Saat ini, tim peneliti di Desa Guntung telah berhasil mencapai fase penetasan telur.
“Jika riset ini berhasil total, Pak Bupati sudah menginstruksikan skema 30-70: yakni 30 persen dikembalikan ke habitat aslinya untuk pelestarian, dan 70 persen untuk nilai ekonomi masyarakat,” jelas Wabup.
Ia berharap Desa Guntung bisa menjadi pusat penjualan kepiting di Bangka Belitung, mengingat permintaan restoran seafood yang terus menjamur sementara tangkapan alam semakin berkurang, seperti yang terjadi pada sentra kepiting di kawasan Jembatan Selindung.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta (CP Prima), dan akademisi (ITB), Bangka Tengah optimistis dapat menjaga stabilitas ekonomi sektor perikanan. Meski harga udang vaname di pasar global saat ini sedang dalam fase wait and see, langkah penguatan budidaya lokal dianggap sebagai investasi jangka panjang yang krusial bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
Penulis: Onie R. Bana
Editor: Kumala Sari Dewi
Fotografer: Redoh Soniman















